RSS

Sifat Keperiodikan Atom

25 Mar

 SIFAT PERIODIK ATOM

images (2)Sifat periodik atom ini ditentukan dari golongan dan periode dari atom. Sifat kepriodikan ini memiliki keteraturan tertentu berdasarkan segolongan dan seperiode. Keempat sifat keperiodikan atom adalah:

1. Jari-jari Atom

Jari-jari atom sangat kecil, diduga diameternya sekitar 10–10 m. Satuan yang biasa digunakan untuk menyatakan jari-jari atom adalah angstrom (Å). Satu angstrom sama dengan 10–10 m. Jari-jari atom didefinisikan sebagai setengah jarak antara dua inti atom yang berikatan dalam wujud padat.

Perhatikan jari-jari atom unsur-unsur pada grafik berikut
images (1)

Setelah melihat grafik di atas, apa yang dapat disimpulkan? Bagaimana kecenderungan jari-jari atom untuk unsur-unsur yang termasuk satu golongan ataupun satu perioda?

Untuk unsur-unsur dengan golongan yang sama, jari-jari atom akan meningkat seiring dengan bertambahnya nomor atom. Atau dengan kata lain dari atas ke bawah jari-jari atom akan bertambah. Hal tersebut disebabkan karena bertambahnya orbit / lintasan elektron sehingga volume atom mengembang dan jari-jari atom semakin besar.

Bagaimana dengan unsur-unsur yang termasuk dalam satu perioda?

Untuk unsur-unsur dengan perioda yang sama, jari-jari atom akan menurun seiring dengan bertambahnya nomor atom. Hal ini disebabkan karena jumlah proton bertambah, sehingga tarikan inti atom terhadap elektron valensi semakin kuat dan mengakibatkan berkerutnya volume atom.

2. Energi Ionisasi

Apa yang dimaksud energi ionisasi?

Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron valensi dari suatu atom atau ion dalam wujud gas. Contohnya:

Na (g) → Na+ (g) + e

download (1)

Nilai energi ionisasi bergantung pada jarak elektron valensi terhadap inti atom. Makin jauh jarak elektron valensi terhadap inti atom, makin lemah tarikan inti terhadap elektron sehingga energi ionisasi makin kecil. Berikut ini adalah grafik energi ionisasi untuk unsur-unsur utama.

Bagaimana kecenderungan energi ionisasi jika diurutkan dari kiri ke kanan pada periode yang sama? Karena tarikan inti terhadap elektron valensi bertambah (baca: semakin sulit melepaskan elektron), energi ionisasi cenderung semakin besar seiring dengan bertambahnya nomor atom.

Bagaimana dengan unsur-unsur dengan golongan yang sama? Dalam satu golongan, energi ionisasi akan semakin lemah seiring dengan bertambahnya nomor atom. Hal tersebut disebabkan karena jari-jari atom semakin besar, jarak dari inti ke elektron valensi semakin jauh, sehingga untuk melepaskan elektron valensi dibutuhkan energi yang kecil.

3. Afinitas elektron

Selain melepaskan elektron, atom dapat juga menerima elektron. Dengan menerima elektron atom menjadi bermuatan negatif, pada saat atom menerima elektron, sejumlah energi akan dilepaskan.Energi yang dilepaskan pada saat suatu atom dalam keadaan gas menerima elektron disebut afinitas elektron.

Contoh: Cl (g) + e → Cl (g)

Berbeda dengan energi ionisasi, afinitas elektron dapat berharga positif atau negatif. Jika satu elektron ditambahkan kepada atom yang stabil dan sejumlah energi diserap maka afinitas elektronnya berharga positif. Jika dilepaskan energi, afinitas elektronnya berharga negatif. Berikut adalah tabel harga afinitas elektron unsur-unsur golongan utama (sumber: Chemistry with Inorganic Quantitative Analysis, 1989).

IA IIA IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA
H = -73 Be = 240 B = 83 C = 123 N = 0 O = 141 F = 322 He = 21
Li = -60 Mg = 230 Al = 50 Si = 120 P = 74 S = 200 Cl = 349 Ne = 29
Na = -53 Ca = 156 Ga = 36 Ge = 116 As = 77 Se = 195 Br = 325 Ar = 35
K = -48 Sr = 168 In = 34 Sn = 121 Sb = 101 Te = 183 I = 295 Kr = 39
Rb = -47 Ba = 52 Tl = 50 Pb = 101 Bi = 101 Po = 270 At = 270 Xe = 41

Pada umumnya nilai afinitas elektron dalam golongan yang sama dari atas ke bawah menurun, sedangkan pada periode yang sama dari kiri ke kanan meningkat. Nilai afinitas elektron umumnya sejalan dengan jarijari atom. Makin kecil jari-jari atom, nilai afinitas elektron makin tinggi. Sebaliknya, makin besar jari-jari atom, nilai afinitas elektron kecil.

4. Keelektronegatifan

Apakah yang dimaksud dengan keelektronegatifan?

Pada tahun 1932, Linus Pauling ahli kimia dari Amerika membuat besaran lain yang dikenal dengan skala keelektronegatifan.  Keelektronegatifan didefinisikan sebagai kecenderungan suatu atom alam molekul untuk menarik pasangan elektron yang digunakan pada ikatan ke arah atom bersangkutan. Pauling memberikan skala keelektronegatifan 4 untuk unsur yang memiliki energi ionisasi dan energi afinitas elektron tinggi, yaitu pada unsur florin, sedangkan unsur-unsur lainnya di bawah nilai 4. Dibawah ini adalah nilai keelektronegatifan beberapa unsur menurut golongan dan periode pada tabel periodik

Li1,0 Be1,6 B2,0 C2,6 N3,0 O3,4 F4,0
Na0,9 Mg1,3 Al1,6 Si1,9 P2,2 S2,6 Cl3,2
K0,8 Ca1,0 Ga1,8 Ge2,0 As2,2 Se2,6 Br3,0
Rb0,8 Sr1,0 In1,8 Sn2,0 Sb2,0 Te2,1 I2,7
Cs0,8 Ba0,9 Tl2,0 Pb2,3 Bi2,0 Po2,0 At2,2
Fr0,7 Re0,9

Pada tabel periodik, unsur florin yang ditetapkan memiliki keelektronegatifan 4 (terbesar) berada di ujung kanan paling atas. Adapun Unsur fransium yang memiliki keelektronegatifan terendah yaitu 0,7 berada di kiri paling bawah dalam tabel periodik. Kesimpulannya :

Dalam satu periode dengan bertambahnya nomor atom, keelektronegatifan cenderung makin besar, dan dalam satu golongan dengan bertambahnya nomor atom, keelektronegatifan cenderung makin kecil.

 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2013 in Uncategorized

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: