RSS

4. TATA NAMA SENYAWA

Tata Nama Senyawa & Persamaan Reaksi
A. RUMUS KIMIA
Rumus kimia menyatakan jenis dan jumlah atom dengan komposisi tertentu dari suatu zat. Rumus kimia terdiri dari lambang unsur dan nomor indeks.
Contoh :
tata nama senyawa no 1
Rumus kimia dibedakan menjadi :
1. Lambang Unsur
Rumus kimia unsur dinyatakan dengan lambang unsur. Contoh : Karbon = C, Hidrogen = H, Oksigen = O, dll.
2. Rumus Kimia Senyawa, terdiri dari :
a. Rumus Molekul
Molekul adalah partikel penyusun senyawa. Rumus molekul merupakan rumus yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang membentuk suatu molekul senyawa tersebut.
Rumus molekul terdiri dari :
• Rumus Molekul Unsur, menyatakan gabungan atom-atom yang sama yang membentuk molekul. Contoh : O2, O3, H2, P4, S8.
• Rumus Molekul Senyawa, menyatakan gabungan dari beberapa atom yang berbeda. Contoh : CO2, H2O, NH3, HCl, dll.
b. Rumus Empiris
Rumus empiris menyatakan perbandingan paling sederhana dari jumlah atom penyusun suatu molekul.
tata nama senyawa no 2

B. TATA NAMA SENYAWA
I. TATA NAMA SENYAWA ANORGANIK
1. Tata Nama Senyawa Biner
Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun atas dua jenis atom. Berdasarkan jenis ikatannya, senyawa biner dapat dikelompokkan menjadi :
a. Senyawa Biner Ionik, terdiri atas suatu kation (ion logam) dan suatu anion (ion non logam).
tata nama senyawa no 3

Contoh : NaCl ( Natrium klorida / Sodium chloride )
PbCl2 ( Timbal[II] klorida / Lead[II] chloride )
PbCl4 ( Timbal[IV] klorida / Lead[IV] chloride )
Untuk kation logam yang memiliki muatan lebih dari satu, muatannya ditulis dengan angka romawi dalam tanda kurung.
tata nama senyawa no 4
b. Senyawa Biner Kovalen
Aturan penamaan senyawa kovalen adalah sebagai berikut :
• Penulisan unsur pertama pada senyawa kovalen mengikuti urutan berikut :
B – Si – C – Sb – As – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F
Contoh : Air, H2O bukan OH2 , Amonia, NH3 bukan H3N
tata nama senyawa no 5
• Nama jumlah atom dalam bahasa Yunani :
1 = mono, 2 = di, 3 = tri, 4 = tetra, 5 = penta, 6 = heksa, 7 = hepta, 8 = okta, 9 = nona , 10 = deka.
Ket : Jika jumlah atom unsur ke-1 hanya 1, tidak perlu ditambahkan awalan mono.
Contoh : NO2 ( Nitrogen Dioksida / Nitrogen Dioxide )
P2O5 ( Difosfor pentaoksida / Diphosphor pentaoxide)
2. Tata Nama Senyawa Poliatomik
Senyawa poliatom dibentuk oleh dua atom atau lebih yang berbeda.
tata nama senyawa no 6
Daftar ion poliatomik :
tata nama senyawa no 7
Contoh :
MgSO4 : Magnesium sulfat (Senyawa dengan kation logam dan anion poliatomik)
NH4Cl : Amonium klorida (Senyawa dengan kation poliatomik dan anion nonlogam)
NH4NO3 : Amonium nitrat (Senyawa dengan kation poliatomik dan anion poliatomik)
3. Tata Nama Senyawa Terner
Senyawa terner sederhana meliputi asam, basa, dan garam. Reaksi asam dengan basa menghasilkan garam.
a. Tata Nama Senyawa Asam
Asam adalah senyawa yang melepaskan ion H+ dalam air. Senyawa asam terdiri atas :
• Molekul Biner ( atom hidrogen dengan atom non logam)
tata nama senyawa no 8

tata nama senyawa no 9

Contoh : HF ( Asam Fluorida / Hydrofluoric acid )
• Molekul Poliatomik ( atom hydrogen dengan anion poliatomik )
tata nama senyawa no 10

tata nama senyawa no 11
*jika ion poliatomik mengandung atom O, ganti akhiran –ate dengan -ic dan akhiran –ite diganti dengan –ous
Contoh : H3PO4 (Asam fosfat / Phosphoric acid)
H3PO3 ( Asam fosfit / Phosphorous acid)
b. Tata Nama Senyawa Basa
tata nama senyawa no 12
Basa adalah zat yang dalam air menghasilkan ion OH- .
tata nama senyawa no 13
Contoh : KOH ( Kalium hidroksida / Potassium hydroxide)
Mg(OH)2 ( Magnesium hidroksida / Magnesium hydroxide)
4. Tata Nama Senyawa Hidrat
tata nama senyawa no 14
Senyawa hidrat adalah senyawa yang mengandung air kristal ( H2O ).
Contoh : CuSO4 . 5H2O
tata nama senyawa no 15

II. TATA NAMA SENYAWA ORGANIK
Senyawa organik adalah senyawa-senyawa karbon dengan sifat-sifat tertentu. Senyawa organic memiliki tata nama khusus. Selain nama sistematis, banyak senyawa organic mempunya nama dagang (nama trivial). Beberapa diantaranya adalah :
1. CH4 : Metana (gas alam)
2. CO(NH2)2 : Urea
3. CH3COOH : Asam cuka (asam asetat)
4. C6H12O6 : Glukosa (gula darah, gula anggur)
5. C12H22O11 : Sukrosa (gula tebu)
6. HCHO : Formaldehida (bahan formalin)
7. CHCl3 : Kloroform (bahan pembius)
8. CHI3 : Iodoform (suatu antiseptic)
9. CH3CH2OH : Etanol (alkohol)
10. CH3COCH3 : Aseton (pembersih kuteks)
C. PERSAMAAN REAKSI KIMIA
1) Pengertian
Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi = reaktan) menjadi zat-zat baru (produk). Misalnya reaksi gas hidrogen dengan gas oksigen membentuk air. Suatu reaksi kimia dinyatakan dengan menuliskan zat-zat yang terlibat dalam reaksi yang menggunakan pemaparan rumus-rumus kimia dalam bentuk persamaan reaksi.
Contoh:
tata nama senyawa no 16

Dengan keterangan:
Tanda panah : arah reaksi dibaca ‘membentuk’
(huruf kecil miring) : keadaan zat
Huruf g berarti gas, l (liquid) berarti cairan, s(solid) berarti padatan dan aq(aques) berarti larutan dalam air.
Koefisien reaksi : bilangan yang mendahului rumus kimia zat dalam persamaan reaksi. Menyatakan perbandingan parikel zat yang terlibat dalam reaksi.
Persamaan reaksi yang sudah diberi koefisien yang sesuai disebut ‘persamaan setara’.
Dalam suatu reaksi, terjadi perubahan komposisi atom-atom penyusun zat. Berdasarkan hukum kekelan massa (jumlah zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama), maka dilakukan penyetaraan reaksi untuk memenuhi hukum kekekalan massa.
2) Menuliskan Persamaan Reaksi
Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dalam tiga langkah:
1. Menuliskan persamaan kata-kata yang terdiri dari nama dan keadaan zat pereaksi serta nama dan keadaan zat hasil reaksi
2. Menuliskan persamaan rumus kimia zat pereaksi dan zat hasil reaksi, lengkap dengan wujud/keadaannya
3. Menyetarakan yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas
Contoh:
Tulis persamaan reaksi setara dari pembakaran gas metana (CH4) dengan gas oksigen (O2) yang membentuk gas karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O)
Jawab:
Langkah 1 : menuliskan persamaan kata-kata
tata nama senyawa no 17

Langkah 2 : menuliskan persamaan rumus
tata nama senyawa no 18

Langkah 3: penyetaraan
tata nama senyawa no 19

3) Penyetaraan Persamaan Reaksi
Pada reaksi kimia atom-atom mengalami penataan ulang, tetapi jenis dan jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Untuk menyamakan jenis dan jumlah atom tersebut maka reaksi perlu disetarakan yaitu dengan memberi koefisien yang tepat. Banyak dilakukan dengan cara menebak, sebagai pemulaan dengan langkah:
1. Tetapkan koefisien salah satu zat yang paling rumit, sama dengan 1 sedangkan zat lain diberi koefisien sementara dengan huruf
2. Setarakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang telah diberi koefisien 1 tadi.
3. Setarakan unsur lainnya.
Contoh:
Tuliskan persamaan reaksi yang setara untuk reaksi berikut ini!
tata nama senyawa no 20 new

Jawab:
Langkah 1: persamaan reaksi tersebut
tata nama senyawa no 21

Langkah 2: Penyetaraan
1. Tetapkan koefisien NaOH = 1 sedangkan yang lain dengan huruf
tata nama senyawa no 22
2. Setarakan jumlah atom sejenis pada ruas kanan dan ruas kiri
Na : 1 = b + c (1)
O : 1 = 3c + d (2)
H : 1 = 2d (3)
Cl : 2a = b + c (4)
Dengan menggunakan model subtitusi dan eliminasi maka dapat diperoleh dengan bilangan bulat: a = 3, b = 5, c = 1, d = 3. Persamaan reaksinya menjadi:
tata nama senyawa no 23 new

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: